Segmentasi Kualitas Air Sungai Indonesia dengan Machine Learning untuk Penilaian Kelayakan Bahan Baku Minum
DOI:
https://doi.org/10.30865/json.v7i4.9824Keywords:
CRISP-DM, Kualitas Air, Hierarchical Clustering, Machine learning, SegmentasiAbstract
Sungai merupakan sumber daya air vital bagi kehidupan dan pembangunan di Indonesia, namun kualitasnya terus menurun akibat pencemaran domestik dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan segmentasi kualitas air sungai di 38 provinsi di Indonesia berdasarkan Indeks Kualitas Air (IKA) serta parameter fisik, kimia, dan mikrobiologis tahun 2023. Segmentasi ini difungsikan untuk mendukung pemantauan dan penilaian kelayakan sungai sebagai bahan baku air minum. Metodologi penelitian mengikuti kerangka kerja Cross-Industry Standard Process for Data Mining (CRISP-DM) dengan menerapkan algoritma klasterisasi K-Means dan Hierarchical Clustering. Data yang dimanfaatkan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencakup parameter seperti pH, DO, BOD, COD, dan bakteri coliform. Meskipun evaluasi metrik internal (Silhouette Score, Davies-Bouldin Index, dan Dunn Index) menunjukkan bahwa konfigurasi dua klaster memberikan performa matematis terbaik , penelitian ini menetapkan konfigurasi empat klaster menggunakan Hierarchical Clustering. Langkah ini diambil secara sadar agar hasil pengelompokan tetap relevan secara praktis dan selaras dengan empat tingkat klasifikasi mutu air nasional (Kelas I–IV) serta skala penilaian IKA. Hasil segmentasi menghasilkan empat klaster utama yang menggambarkan tingkat risiko kualitas air: sangat tercemar, buruk hingga sedang, pencemaran ekstrem, dan risiko mikrobiologis tinggi. Temuan penelitian mengonfirmasi bahwa tidak ada provinsi yang memenuhi kriteria Kelas I (layak minum tanpa pengolahan), dengan mayoritas wilayah berada pada kategori sedang hingga buruk (Kelas III dan IV). Visualisasi melalui dashboard interaktif memperkuat interpretasi data untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti. Penelitian ini membuktikan efektivitas metode klasterisasi dalam menyediakan informasi akurat bagi pengelolaan strategi kualitas air sungai secara nasional di Indonesia.
References
[1] World Health Organization, “Drinking-water,” World Health Organization. [Online]. Available: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/drinking-water.
[2] A. Afandi, “Dampak Laju Pertumbuhan Penduduk terhadap Alam dan Lingkungan,” Kompasiana. [Online]. Available: https://www.kompasiana.com/azizafandi6697/649ad694e1a1672c18036a12/dampak-laju-pertumbuhan-penduduk-terhadap-alam-dan-lingkungan.
[3] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, “Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia 2022,” KLHK RI, Jakarta, 2022.
[4] I. P. Rachmawati, E. Riani, and A. Riadi, “Status mutu air dan beban pencemaran Sungai Krukut, DKI Jakarta,” J. Nat. Resour. Environ. Manag., vol. 10, no. 2, pp. 220–233, 2020.
[5] L. Purwandari, “Laporan Kinerja Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Tahun 2022,” 2023. [Online]. Available: https://tanamanpangan.pertanian.go.id/assets/front/uploads/document/LAKIN DJTP 2022_UPDATE ATAP (2).pdf
[6] A. N. Azizah, T. Widiharih, and A. R. Hakim, “Kernel K-Means Clustering Untuk Pengelompokan Sungai di Kota Semarang Berdasarkan Faktor Pencemaran Air,” J. Gaussian, vol. 11, no. 2, pp. 228–236, 2022.
[7] B. Warsito, S. Sumiyati, H. Yasin, and H. Faridah, “Evaluation of river water quality by using hierarchical clustering analysis,” in IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2021, pp. 1–7.
[8] M. N. Ahmed, S. Shahid, and A. El-Shafie, “Machine learning methods for better water quality prediction,” J. Hydrol., vol. 578, p. 124084, 2019, doi: 10.1016/j.jhydrol.2019.124084.
[9] H. Chen and M. Franklin, “Spatio-Temporal Modeling of Surface Water Quality Distribution in California (1956-2023),” arXiv preprint arXiv:2311.12736, 2023.
[10] F. Sulianta, Buku Dasar Data Mining from A to Z. Feri Sulianta, 2023. [Online]. Available: https://www.researchgate.net/publication/382274667_Basic_Data_Mining_From_A_to_Z
[11] I. P. Aldiansah and M. Akrom, “Effect of Virtual Sample Generation in Predicting Corrosion Inhibition Efficiency on Pyridazine,” J. Appl. Informatics Comput., vol. 9, no. 2, pp. 382–389, 2025.
[12] N. K. Zuhal, “Study Comparison K-Means Clustering Dengan Algoritma Hierarchical Clustering: AHC, K-Means Clustering, Study Comparison,” in Seminar Nasional Teknologi & Sains, 2022, pp. 200–205.
[13] A. R. Damayanti and A. W. Wijayanto, “Comparison of hierarchical and non-hierarchical methods in clustering cities in Java Island using the human development index indicators year 2018,” Eig. Math. J., vol. 4, no. 1, pp. 8–17, 2021.
[14] I. Indra, N. Nur, M. Iqram, and N. Inayah, “Perbandingan K-Means dan Hierarchical Clustering dalam Pengelompokan Daerah Beresiko Stunting,” INOVTEK Polbeng - Seri Informatika, vol. 8, no. 2, pp. 356–367, 2023.
[15] I. Yahya, G. N. A. Wibawa, and L. Laome, “Penggunaan korelasi cophenetic untuk pemilihan metode cluster berhierarki pada mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan jenis penyakit di Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2020,” in Seminar Nasional Sains dan Terapan VI, 2022, pp. 1–16.
[16] I. R. Drl, Y. H. Chrisnanto, and F. R. Umbara, “Analisis cluster pada kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan Covid-19 menggunakan metode K-Means clustering dan visualiasi dengan SIG,” Informatics Digit. Expert, vol. 4, no. 2, pp. 61–69, 2022.
[17] H. Malikhatin, A. Rusgiyono, and I. M. Di Asih, “Penerapan K-Modes Clustering dengan Validasi Dunn Index Pada Pengelompokan Karakteristik Calon TKI Menggunakan R-GUI,” J. Gaussian, vol. 10, no. 3, pp. 359–366, 2021.
[18] D. B. Krklješ, “Multiparameter Water Quality Monitoring System for Continuous Monitoring of Fresh Waters,” arXiv preprint arXiv:2307.11630, 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Sistem Komputer dan Informatika (JSON)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (Refer to The Effect of Open Access).

